Sxul_action

Karya anak bangsa!

  • Home
  • About
  • My Profile

20

Nov

PTSIC

Posted by rindhya  Published in Uncategorized

1. Komputer diciptakan untuk membantu manusia dalam menghitung,awalnya manusia menghitung ternak menggunakan kerikil,dan pada tahun 2600 sm>China membuat sempoa (+,-,*,/).baru kalkulator,dan sampai sekarang menjadi komputer.

 

2. Alat yang terdiri dari komponen elektronik yang terpadu dgn menggunakan perangkat Lunak untuk mengolah suatu Inputan menjadi suatu Output.

3. a) Output :

-) Layar : Suatu alat yang bisa menampilkan tampilan output

-) Keyboard : Suatu alat  yang berfungsi untuk perintah-perintah dimonitor.

b) Media penyimpanan :

-) Hard disk : Media penyimpana Data dalam Komputer

-) Flash disk : Media Penyimpanan komputer tambahan

c) Input :

-) Scanner : Memasukkan gambar

-) Web cam

4. Bahasa Komputer dibagi 3 kelompok :

-) Low Language :

Bahasa mesin : Bahasa yang hanya mengenal kode biner-biner dari 0/,(Sulit yang cuman ngerti Ahlinya).

-) Middle Language

Bahasa Rakitan : Bahasa yang sulit bagi orang awam

-) High Language

Basic : Berorientasi bhs.manusia

5. Officer : Microsoft Office/Open office

-) Music maker :

-) Video editing : Video maker

-) Engineering consultant :

7. Disket > Flash disk

Monitor Kotak > Lcd monitor yang lebih tipis

Printer > Print+Scan+Photo copy

no comment

5

Nov

Tugas 2

Posted by rindhya  Published in Uncategorized

LAPISAN-LAPISAN SOSIAL

Stratifikasi Sosial Tiga Zaman Di Pangkalan Bun
Februari 18, 2008
Stratifikasi Sosial Masyarakat Masa Hindia Belanda
Sistem pelapisan sosial stratifikasi masyarakat masa Hindia Belannda
adalah secara umum masyarakat telah terbelah menjadi dua, yaitu
golongabn penjajah atau penguasa, dan golongan terjajah atau rakyat.
Pemisahan ini berdampak pada hak dan kewajiban dan masing-masing
golongan tersebut dalam kolonial yang bersifat diskriminatif.
Golongan pertama tinggal di pusat-pusat kota dan berhak mendapatkan
fasilitas lebih dalam hal ekonomi, hukum, kesehatan, serta pendidikan.
Sedangkan golongan kedua hanya tinggal di kampung-kampung dengan
fasilitas yang sangat sederhana. Di dalam golongan pertama ini
terdapat para pejabat tinggi, tentara, pegawai-pegawai Belanda dan
orang-orang imigran asing, mereka semua dianggap sebagai warga kota.
Sedangkan orang-orang pribumi dianggap sebagai orang asing yang tidak
boleh tinggal dipusat kota, melainkan harus tinggal di pinggir kota
dan di desa.
Dalam kenyataannya, pelapisan sosial pada masa Hindia Belanda
sebenarnya sangat berlapis-lapis. Seperti dalam peraturan hukum
ketatanegaraan Hindia Belanda (Indische Staatsregeling) tahun 1927,
lapisan sosial masyarakat dibedakan menjadi 3 golongan yaitu:
a. Golongan Eropa dan yang dipersamakan, golongan ini terdiri atas:
1) Orang-orang Belanda dan keturunannya
2) Orang-orang Eropa lainnya seperti Inggris, Prancis Portugis, dan
lain-lain.
3) Orang-orang yang bukan bangsa Eropa tetapi telah masuk menjadi
golongan Eropa atau telah diakui sebagai golongan Eropa.
b. Golongan Timur Asing, didalamnya adalah orang Cina, Arab, India,
Pakistan, serta orang-orang kawasan Asia lainnya.
c. Golongan Bumi Putra yaitu orang-orang yang asli Indonesia yang
disebut inlander. (Arif Rohman dkk : 2002 : 15 )
J.H. Boeke dalam Arif Rohman dkk (2002 : 15) menggambarkan tipe
masyarakat saat kolonial Hindia Belanda dalam bentuk piramida sebagai
berikut:
Keterangan :
= Puncak kecil berorientasi sangat kebarat-baratan. Golongan ini
adalah kulit putih dan pegawai perkebunan.
= Massa / rakyat, yang kurang pendidikan dan orientasinya sangat
tradisional.
Piramida tersebut melukiskan adanya kesenjangan sosial yang sangat
tajam antara golongan kulit putih (Belanda) dengan masyarakat pribumi
(inlander). Bagian puncaknya yang kecil menggambarkan orang kulit
putih beserta para pegawainya yang keseluruhannya hanya berjumlah
sedikit. Sedangkan bagian bawah melukiskan masyarakat pribumi yang
walaupun jumlahnya banyak tetapi sangat memprihatinkan kondisinya
dalam berbagai hal.
J.S. Furnivall dalam Arif Rohman dkk (2002 : 16) juga menggambarkan
pelapisan masyarakat dalam bentuk piramida, namun lebih terlihat
majemuk sebagai berikut:
Keterangan :
= Lapisan atas, orang putih, Belanda yang bekerja di perkebunan dan
pemerintahan, berorientasi kepada budaya Barat.
= Masa penduduk yang terdiri atas :
a. Lapisan menengah, kelompok keturunan Asia atau Timur Asing,
khususnya Cina yang menguasai perdagangan.
b. Lapisan menengah bawah, kaum priyayi, dan pamong praja
c. Lapisan bawah, yaitu rakyat atau penduduk pribumi.
Politik devide et impera pemerintah Hindia Belanda dilakukan dengan
cara horizontal dan vertikal. Secara horizontal, pemerintah Hindia
Belanda membenturkan perbedaan karakteristik antar daerah di
Indonesia. Sedangkan secara vertikal adalah dengan batasan dan
tingkatan yang tegas berdasarkan ras dan warna kulit. Dengan demikian,
sistem pelapisan sosial pada masa Hindia Belanda dibentuk atas dasar
kelompok-kelompok ras dan warna kulitnya. Semakin gelap warna kulitnya
akan semakin kebawah lapisan sosial seseorang demikian sebaliknya.
Sistem ini disebut ideologi kolonialisme karena dirancang dan
ditanamkan kedalam pemahaman anggota masyarakat.
Adanya deskriminasi dalam kedudukan dan warna kulit, maka aktivitas
masyarakat pribumi lebih banyak merupakan arus bawah karena dibawah
masyarakat kolonial. Hindia Belanda menekan segala pemikiran dan
pengaruh arus bawah supaya jangan muncul ke permukaan, dengan
mempertahankan tegaknya peraturan kolonial yang melarang semua
kegiatan yang berbau politik. Namun pemimpin-pemimpin tradisional
lokal masyarakat Kalimatan Tengah pada umumnya, mampu memanfaat
sarana yang ada pada waktu itu untuk membentuk wadah persatuan yang
merupakan organisasi-organisasi seperti syariat Islam dan syarikat Dayak.
Pemerintah kolonial Hindia Belanda saat itu sangat ketat memberi izin
keluar daerah Kalimantan, karena sangat ditakuti oleh Pemerintah
Hindia Belanda, berpengaruhnya jiwa nasionalisme yang pada waktu itu
sedang tumbuh pesat di pulau jawa (awal abad 20). Pemerintah Hindia
Belanda lebih sering mengizinkan pemuda-pemuda dari masyarakat
Kalimantan Tengah untuk bersekolah di Sulawesi dari pada ke pulau
Jawa. Oleh karena itu, banyak pemuda-pemuda Kalimantan Tengah
memperoleh kesempatan belajar di Makasar untuk menjadi pegawai Pamong
Praja. (Dep.P & K : 1978 : 26).
Adanya garis pemisah antara dua masyarakat, yang sengaja diadakan oleh
pemerintah Hindia Belanda, yaitu masyarakat kolonial dan masyarakat
tradisional-lokal, serta sikap pemerintah Hindia Belanda yang
membedakan sangat menyolok gaji pegawai pribumi dengan orang-orang
Hindia Belanda sendiri, serta fasilitas – fasilitas yang lebih baik
seperti perumahan dan liburan.
Pengurangan peranan pemimpin tradisional lokal serta yang
diskriminatif dalam tata pergaulan dan kepangkatan terhadap kaum
intelek pribumi serta pungutan pajak terhadap anggota masyarakat di
Pangkalan Bun khususnya dan di Kalimantan Tengah pada umumnya cukup
memberi kegelisahan sosial. Pemerintahan Hindia Belanda dalam
menghadapi kegelisahan sosial didaerah Kalimantan Tengah mengeluarkan
peraturan RR. III (Regering Reglement S. 1855 nomor 2) yang berisi
bahwa “Perkumpulan-perkumpulan dan rapat-rapat yang bersifat politik
atau yang dapat mengancam ketentraman umum dilarang di Hindia Belanda,
terhadap pelanggaran larangan ini akan diambil tindakan sesuai
keadaan.” (Dep. P& K : 1978 : 27).
Dengan adanya peraturan dari pemerintah Hindia Belanda ini maka
sukarlah bagi rakyat di Kalimantan Tengah untuk mendirikan suatu
perkumpulan yang bersifat politik. Untuk menghindari kesulitan meminta
ijin mengadakan rapat pembentukan suatu organisasi, maka diusahakan
agar tampilan organisasi tersebut menitikberatkan kepada bidang
keagamaan, usaha sosial atau kemanusiaan.
Dampak yang lain adalah pembubaran Syarikat Islam di Pangkalan Bun,
karena sejak berdiri tahun 1914 organisasi ini menjalankan paham
politiknya berdasarkan ajaran Islam, dalam waktu relatif singkat
telah mendapat simpati yang banyak dari umat Islam yang mayoritas di
Pangkalan Bun. Tetapi pada awal tahun 1940 berdirilah BAPERIS (Badan
Perguruan Islam) yang dicetuskan oleh Pangeran Adipati Mangku Negara
sebagai Mangku Bumi kerajaan Kotawaringin, bersama haji Abdussyukur,
seorang saudagar di Kumai (Bappeda: 2004: 24).
Di kalangan masyarakat Dayak yang beragama Kristen berdiri syarikat
dayak tahun 1919, karena organisasi ini tidak bergerak dibidang
politik pada awalnya maka pihak Hindia Belannda tidak membubarkan
organisasi ini. Namun dalam perkembangannya syarikat Dayak berubah
menjadi Pukat Dayak yang kemudian berubah menjadi Partai Dayak. Hal
ini membuat Pemerintah Hindia Belanda curiga, akibatnya untuk
mengurangi kekuatannya pemerintah Hindia Belanda memisah-misahkan
pimpinannya dan dengan berbagai dalih serta ancaman, membuat
organisasi berkurang aktivitasnya sejak 1926.
Janji dari Gubernur Jenderal Mr. J.P Graff van Limburg Stirum tentang
perluasan hak-hak bagi pribumi dalam mengatur dirinya sendiri,
ternyata di Kalimantan Tengah tidak pernah pemerintah Hindia Belanda
menyiapkan sesuatu ke arah maksud tertentu. Ucapan tersebut hanya
basa-basi untuk menenangkan pemerintah saja. Melalui guru-guru yang
pada mulanya putra daerah sendiri, yang kemudian memperoleh simpati
dari guru Taman Siswa di Pulau Jawa. Guru-guru menumbuhkan rasa
kebangsaan di hati para murid, walaupun sangat berbahaya jika
diketahui oleh pemerintah Hindia Belanda saat itu.
Bentuk pemisahan dalam bentuk pendidikan pada masa pemerintah Hindia
Belanda adalah untuk rakyat biasa sebagai pribumi didirikan sekolah
rakyat tiga tahun (Volkschool) yang hanya sekedar belajar menulis,
membaca dan berhitung. Kemudian dilanjutkan ke Vervolgschool selama
dua tahun. Untuk kampung yang banyak penduduknya kedua sekolah ini
digabung menjadi Vervolgscool juga. Di Pangkalan Bun letak kedua
sekolah tersebut dari hasil wawancara penulis dengan H. Tengku
Syahrial adalah terletak di sekitar kawasan RSUD Sultan Imanuddin
serta di SDN Raja-raja sekarang. Karena Banjarmasin merupakan pusat
pemerintahan kolonial Belanda di Kalimantan Selatan dan Tengah maka
untuk anak-anak Cina diperkenankan pemerintah Hindia Belanda
mendirikan sekolah rakyat Cina. Disamping itu juga berdiri Holtansdch
Inlandsche School (HIS), hanya orang pribumi tertentu yang boleh masuk
bersekolah disini. Seleksi ketat tersebut melihat kemungkinan murid
belajar bahasa Belanda, kemampuan orangtua membayar sekolah dan
kedudukan orang tua murid, sehingga sekolah ini disebut “Sekolah
Belanda”, walaupun ada sekolah khusus anak-anak orang Belanda yaitu
Europsche Legere School (ELS).
Dari uraian diatas dapat dilihat perbedaan warna kulit dalam
pendidikan pun dibedakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Praktek yang
dijalankan tidak memberi jalan ke pribumi untuk berkembang lebih cepat
dalam pendidikan, karena kalau ingin meneruskan pendidikan diatas
sekolah Dasar Pemuda Pangkalan Bun harus keluar daerah.
Stratifikasi Sosial Masyarakat Masa Pendudukan Jepang
Pada jaman pendudukan Jepang, Jepang muncul sebagai warga negara kelas
I. Kaum pribumi Indonesia naik menjadi warga negara kelas II,
sedangkan golongan Cina dan Indo Eropa merosot menjadin kelas III
(Dep. P & K : 1978: 94). Di Pangkalan Bun pernyataan ini ada benarnya
juga karena pada masa pendudukan Jepang di Pangkalan Bun, mereka
melakukan pendekatan-pendekatan persuasif kepada masyarakat pribumi
dan berusaha mengambil hati masyarakat dengan membagi-bagikan barang
kebutuhan, saling mengajarkan bahasa dan bersikap ramah terhadap
masyarakat Pangkalan Bun.
Walaupun sebenarnya mereka ingin menduduki daerah Swapraja
Kotawaringin secara halus. Pada awalnya memang berjalan mulus,
pemerintahan pendudukan Jepang dapat meyakinkan masyarakat bahwa
mereka adalah saudara tua yang akan membawa dan memberikan kemakmuran.
Namun dalam perkembangannya mereka mulai menuntut bantuan rakyat
seperti pembuatan pabrik-pabrik dan pembangunan bangunan-bangunan
untuk kepentingan perang dengan menggunakan tenaga sukarela dari
masyarakat, serta perintah pembuatan kebun-kebun untuk memperkuat
sektor bahan makanan. Baru ketika berakhirnya perang pasifik yang
membuat mereka frustasi sehingga sikap mereka menjadi brutal.
Pada waktu awal Jepang menduduki kotawaringin, mereka mengancam
orang-orang Belanda dan orang-orang Tionghoa, sehingga banyak orang
Tionghoa yang menyembunyikan barang dagangannya dan menutup
toko-tokonya. Namun kemudian setelah orang-orang Tionghoa tidak
diapa-apakan, mereka mulai berani lagi untuk berdagang. Mengenai para
bekas pegawai gubernemen yang sama mengungsi, mereka kemudian
dipekerjakan kembali oleh Jepang namun pemerintahan pendudukan Jepang
juga tidak segan-segan membunuh orang-orang yang dicurigai masih serta
kepada pemerintah Hindia Belanda.
Mengenai kedudukan Sultan pada saat itu, pemerintahan pendudukan
Jepang tidak membedakannya secara khusus, Sultan harus menaati semua
peraturan yang dibuat oleh mereka sama seperti masyarakat lainnya.
Contohnya adalah setiap orang yang melalui pos penjagaan harus memberi
hormat, tidak terkecuali sultan.
Ketika Jepang menyerah kepada sekutu, di Kotawaringin tentara
pendudukan Jepang mencoba berkuasa dengan merebut semua radio milik
penduduk. Tindakan ini agar penduduk tidak mendengar berita kekalahan
mereka. Baru pada tanggal 18 September 1945 pimpinan mereka T. Iri
ditangkap oleh NICA di Kumai dan seorang pimpinan tentara Pendudukan
Jepang berpangkat Taicho melakukan bunuh diri, pemerintahan pendudukan
Jepang berakhir di Pangkalan Bun.
Stratifikasi Sosial Masyarakat Masa Kewedanaan
Terbentuk stratifikasi masyarakat pada masa itu dapat dilihat dari dua
segi yaitu stratifikasi yang berdasarkan kepegawaian dan kepangkatan
sebagai pengaruh kolonialisme, dan stratifikasi yang berdasarkan
kebangsawanan seseorang. Kedua stratifikasi ini terjadi pada masa
transisi pemerintahan dari kerajaan yang ada mulanya dipimpin oleh
Sultan, menjadi pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Wedana atau
pegawai pemerintah.
Pada stratifikasi yang berdasarkan kepegawaian dan kepangkatan sebagai
pengaruh kolonialisme, pada mulanya diawali sejak diberlakukannya
politik etis karena diperlukannya pegawai-pegawai yang terampil
dibidang-bidang masing. Pengangkatan pegawai-pegawai ini melahirkan
lapisan sosial baru dimasyarakat yaitu lapisan masyarakat priyayi.
Bagi masyakarakat pribumi yang diangkat dan masuk kedalam lapisan
priyayi selanjutnya mendapat hak-hak yang istimewa. Hak-hak ini
berbeda dengan penduduk lain yang tidak menjadi pegawai. Atas dasar
perbedaan tersebut, dikalangan pegawai terbagi kedalam lapisan-lapisan
berdasarkan alasan kepangkatan, yaitu: (Arif Rohman dkk : 2002: 17).
a. Golongan pegawai tinggi sebagai lapisan teratas.
b. Golongan pegawai menengah sebagai lapisan menengah
c. Golongan pegawai rendah sebagai lapisan terbawah.
Sampai sekarang pelapisan sosial berdasarkan kepegawaian dan
kepangkatan masih hidup dan diakui dimasyarakat.
Stratifikasi yang kedua adalah stratifikasi yang berdasarkan
kebangsawanan seseorang. Pelapisan sosial ini merupakan pengaruh dari
sistem kerjaaan yang pernah ada di Pangkalan Bun. Pada masa kerajaan
sendiri, pemerintahan yang tertinggi ditangan seorang raja atau
sultan. Raja dibantu beberapa orang Menteri, dan Menteri itu adalah
antara lain:
a. Mangku Bumi, ialah orang kedua dari raja, dapat mewakili dan
memangku jadi raja jika raja yang baru belum dinobatkan karena putera
Mahkota masih dibawah umur.
b. Mantri Papalu, ialah orang yang langsung melaksanakan instruksi
dalam pelaksanaan pemerintahan.
c. Mantri Tanda, ialah orang yang mengurusi bidang keamanan dan
ketertiban, serta menjadi penegak dan penuntut hukum (jaksa).
d. Mantri Bendahara, ialah orang yang mengurus kekayaan kerajaan.
e. Mantri perseban, ialah orang yang mengurus upacara, sidang/rapat,
musyawarah dan segala upacara di Balai Perseban atau Pendopo.
f. Mantri dalam, ialah orang yang mengurus urusan didalam istanan
selaku pembantu pribadi raja.
g. Raja Muda, ialah calon raja dari putra mahkota. (Lontaan dan Sanusi
: 1976 : 130)
Menurut H. Tengku Syahrial (wawancara, Rabu, 11 November 2007) maka
penulis dapat menggambarkan stratifikasi yang berdasarkan
kebangsawanan adalah sebagai berikut:
a. Golongan bangsawan, golongan ini terdiri dari para keturunan Sultan
dari Putra mahkota hingga para Gusti Utin dan Tengku sebagai orang
yang masih mengalir darah bangsawan didirinya.
Di dalam golongan ini terbagi lagi menjadi tiga yaitu: Lapisan
tertinggi, bangsawan dari kerabat raja yang terdekat, lapisan
menengah, bangsawan dari kerabat raja yang terdekat, lapisan terendah,
bangsawan yang hubungannya lebih jauh dari yang pertama.
b. Golongan Jaba, golongan ini adalah golongan yang setengah
bangsawan. Golongan ini adalah anak dari perkawinan antara golongan
bangsawan dengan rakyat biasa. Misalnya Gusti atau Utin menikah dengan
orang biasa. Hasil perkawinan ini mendapat gelar “Mas’ bukan Gusti
atau Utin. Jika salah seorang Utin menikah dengan Tengku maka setiap
anak hasil pernikahan mereka tetap berada di golongan pertama dengan
gelar Tengku. Gelar Tengku di Pangkalan Bun berlaku pada laki-laki dan
perempuan tidak ada perbedaan.
c. Golongan masyarakat umum, masyarakat ini terdiri dari rakyat biasa,
baik yang asli Pangkalan Bun ataupun warga pendatang.
Dalam perkembangannya gelar-gelar kebangsawanan diatas mulai ada yang
tidak menggunakannya lagi, karena keinginan mereka sendiri untuk
membaur dengan masyarakat. Pada golongan bangsawa sendiri mulai
terjadi kesenjangan diantara golongan tersebut, terutama dari segi
kekayaan yang membuat mereka jauh satu sama lain.
Sedangkan dari hasil wawancara penulis dengan H. Tengku A. Zailani
(wawancara, Selasa, 27 Nopember 2007) diperoleh pembagian gelar-gelar
kebangsawanan di Kerajaan Kotawaringin yang lebih rinci. Adapun
gelar-gelar kebangsawanan tersebut antara lain:
a. Raja atau sultan mendapat gelar Pengeran Ratu
Di dalam buku sejarah Kotawaringin terbitan Bappeda dijelaskan bahwa
karena kerajaan kotawaringin merupakan bagian kerajaan Banjar, maka
sultan-sultan Kotawaringin memakai gekar pangeran. Ini untuk
menunjukkan kesantunan terhadap kerajaaan Banjar yang lebih tua dan
karena gelar sultan telah dipakai di kerajaan banjar sebagai gelar
raja. Walaupun didalam lingkungan kerajaan kotawaringin para pengeran
yang menjadi raja disebut juga dengan sultan, namun jika beliau ke
kerajaan Banjar, maka disebut dengan gelar pengeran. (Bappeda : 2004 : 11)
b. Anak raja atau sultan mendapat gelar : – Laki-laki = Pangeran
- Perempuan = Ratu
c. Jika Pangeran menjadi raja maka anaknya mendapat gelar :
- Laki-laki = Gusti
- Perempuan = Utin
d. Jika “Gusti” menikah dengan orang biasa maka gelar Gustinya tetap
turun ke anaknya yang laki-laki dan “Utin” anaknya yang perempuan.
Namun jika Utin menikah dnegan orang biasa maka gelar anaknya adalah
“Mas”.
e. Dibawah gelar “Mas” ada gelar “Anden”, tetapi gelar ini sudah
jarnag dipakai karena sudah jauh hubungan darahnya.
f. Gelar “Tengku” bukanlah berasal dari kerajaan Kotawaringin, tetapi
dari kerajaan siak Indragiri Riau yang masuk ke Kotawaringin akibat
adanya perkawinan dengan kaum bangsawan kerajaan Kotawaringin maupun
dengan rakyat biasa. Gelar “Tengku” di Pangkalan Bun berlaku untuk
laki-laki dan perempuan, jika seorang laki-laki yang bergelar
”Tengku” menikah dengan orang biasa maka anaknya tetap mendapat gelar
“Tengku”, tetapi jika perempuan yang bergelar “Tengku” menikah dengan
orang biasa maka anaknya tidak mendapat gelar lagi.
Sehingga sangat jelas di kota Pangkalan Bun, gelar bangsawan seseorang
lebih dilihat dari pihak ayah atau partrineal. Unutk lebih jelasnya
berikut merupakan bagan dari klan Patrilineal :
Keterangan :
= Laki-laki
= Perempuan
1. Kakek
2. Paman
3. Ayah
4. Bibi
5. Saya / ego
6. Saudara perempuan saya / ego
Di Pangkalan Bun sendiri gelar-gelar bangsawan yang berada
dimasyarakat, setelah perubahan pemerintahan dari kerajaan ke
kewedanaan tetap di pakai hingga sekarang. Namun gelar kebangsawanan
tersebut, bukan lah kasta untuk menempat seseorang diatas golongan
tertentu tetapi hanya sebagai tanda bahwa seseorang tersebu masih ada
hubungan darah dengan sultan-sultan di kerajaan kotawaringin.

no comment

5

Nov

TUGAS 3

Posted by rindhya  Published in Uncategorized

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

A. Pengertian Masyarakat

Ada beberapa pengertian:

1. R. Linton      : Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama. Sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya berfikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial.

2. M.J.Herskovits:  Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara tertentu.

3. J.L Gillin dan J.P Gillin: Masyarakat adalah kelompok yang terbesar dan mempunyai kebiasaan tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama.

4. Hasan Shadily: Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai kebatinan satu sama lain.

Pendapat dari R.Linton

Kelompok manusia yang dimaksudkan adalah yang belum  terorganisir mengalami proses yang fundamental, yaitu:

a. Adaptasi dan organisasi dari para anggota.

b. Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun.

Mengingat beberapa definisi dapat disimpulkan syarat masyarakat adalah:

a.  Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak.

b.  Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di satu daerah tertentu.

c.  Adanya aturan-aturan/UU yang mengatur mereka menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

Dipandang dari cara terbentuknya masyarakat dapat dibagi dalam:

1. Masyarakat paksaan : Negara, masyarakat tawanan.

2. Masyarakat merdeka

a. Masyarakat natur      : masyarakat yang terjadi dengan sendirinya. (gerombolan, suku yang berlainan hubungan darah/keturunan.

b. Masyarakat kultur     : masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan/kepercayaan. (koperasi, kongsi perekonomian, gereja, dsb)

B. Masyarakat Perkotaan (Urban Community)

Ciri-ciri masyarakat kota:

1. Kehidupan keagamaan berkurang (lebih keduniawian).

2. Lebih Individual.

3. Pembagian  kerja lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.

4. Jalan pikiran rasional.

5. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata.

6. Lebih banyak jenis pekerjaan.

7. Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota.

C. Perbedaan Desa Dan Kota

Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Ciri-ciri tersebut antara lain :

I) jumlah dan kepadatan penduduk;

2) lingkungan hidup;

3) mata pencaharian;

4) corak kehidupan sosial;

5) stratifikasi sosial;

6) mobilitas sosial;

7) pola interaksi sosial;

solidaritas sosial; dan

9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.

II. HUBUNGAN DESA DAN KOTA

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkamn terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan. Kota membutuhkan bahan-bahan pangan dari pedesaan (sayur, beras, daging, ikan). Desa membutuhkan sumber tenaga kasar untuk pekerjaan tertentu (buruh bangunan) dan seperti bahan pakaian, alat, dan obat-obatan.

III. ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

Secara umum suatu lingkungan perkotaan mengandung 5 unsur:

a. Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.

b. Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.

c. Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.

d. Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.

e. Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.

Untuk itu semua maka tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :

a. Pengetahuan perencanaan dan administrasi kota.

b. Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan penagturan tata kota.

c. Menangani masalah keamanan.

d. Kerjasama yang baik antar para pemimpin kota.

Fungsi kota secara internal adalah sebagai perkembangan sosial dan kegiatan usaha masyarakat. Fungsi kota secara eksternal adalah seberapa jauh fungsi dan peran kota dalam kerangka wilayah yang terlingkupi

no comment

4

Sep

Megan fox ternyata Laki

Posted by rindhya  Published in Uncategorized

Ssssst!Apa kalian tau!ternyata Megan fox itu seorang Laki-Laki!dan ternyata pengakuan itu bukan didatang dari orang lain,,tp dari mulut megan fox sendiri!ya,,awalnya kita pasti ga nyangka Artis Sexy nan hot ini dulunya seorang Pria!

Selama ini, aktris Megan Fox digosipkan sebagai seorang transeksual. Megan mengakui, dirinya memang laki-laki.

Itu diucapkan Megan ketika menghadiri acara Golden Globes, Senin lalu. Setengah berkelakar seleb yang disebut-sebut sebagai duplikat Angelina Jolie itu mengakui dirinya laki-laki.

“Aku seperti Alan Alda. Aku seorang laki-laki,” ujar Megan yang dilansir Weeklyworldnews, Kamis (2/7/2009).

Wartawan tidak menanggapi serius ucapan bintang film Transformers itu. Megan dianggap hanya berkelakar untuk menutupi kegugupan tampil di acara bergengsi tersebut.

Namun, Weeklyworldnews mengungkapkan lain. Sebenarnya Megan terlahir di Rockwood, Tennessee, sebagai seorang laki-laki dengan nama Mitchell Reed Fox.

Awal ketertarikan Mitchell menjadi perempuan dimulai dengan menggunakan pakaian wanita. Orangtuanya lalu memuluskan keinginan Mitchell menjadi perempuan. Dia diikutsertakan di beragam kontes.

Di usia 13, Mitchell mengawali hidup baru sebagai anak perempuan dan mengubah nama menjadi Megan Fox. Dia memulai debut akting bersama si kembar Olsen. Beruntung aktris kembar itu hingga kini bersedia menutup rapat jatidiri Megan sebenarnya.

Memasuki umur 16 tahun, orangtua Megan menawarkan operasi jenis kelamin. Orangtuanya berharap kelak Megan memulai karier bisnis. Namun, Megan lebih memilih karier keartisan.
Megan fox

no comment

22

Aug

Ontel mau Punah??!!

Posted by rindhya  Published in Uncategorized
Sepeda Jaman Belanda

Sepeda Jaman Belanda

Ni dy salah satu benda sejarah kita!namanya sepeda Ontel!Sepeda Ontel nasibnya sama kayak Macan yg ada disumatra,,sama2 mau punah!padahal dulu ni sepeda dimiliki oleh kalangan-kalangan tertentu aja loh ga semua kalangan bisa memiliki ni sepeda!oya gw puna sejarah ttg ni sepeda ontel:

Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes.

Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan. Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais.

Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817.

Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada. James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. Sepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai. Buntutnya, sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh.

Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar itu memiliki banyak kekurangan. Ini menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan wanita. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, mereka mengeluhkan kesulitan untuk mengendarainya. Sampai akhirnya, keponakan James Starley, John Kemp Starley menemukan solusinya. Ia menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama.

Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan. Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan.
Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transpor yang bergengsi.

Pada masa berikutnya, saat peran sepeda makin terdesak oleh beragam teknologi yang disandang kendaraan bermesin (mobil dan motor), sebagian orang mulai tertarik untuk melestarikan sejarah lewat koleksi sepeda antik. Rata-rata, sepeda lawas mereka keluaran pabrikan Eropa. Angka tahunnya antara 1940 sampai 1950-an. Dan mereka sangat cermat dalam merawatnya.

Di masyarakat kita, sepeda lawas itu dikenal dengan beberapa sebutan, seperti ontel, jengki, kumbang dan sundung. Kalau jengki itu kan asalnya dari kata jingke (bahasa Betawi, artinya berjinjit), jadi waktu naiknya kita harus berjingke saking tingginya. Kalau ontel, ya artinya diontel atau dikayuh.

tuh dulu sepeda ontel banyak kegunaan dan fungsinya!ayo dong qta lestarikan Sepeda ontel ni diIndonesia,,agar dunia tau kalo Indonesia sangat menghargai sejarah!

2 comments

22

Aug

Baby

Posted by rindhya  Published in Uncategorized
Cute baby

Cute baby

Lucu!Ya,tuh pertama kali respon qt ngeliat niy gambar!tapi apa kamu tau fisik c bayi bisa qt rubah dengan bahan2 alami agar gedenya nanti fisiknya bs menjadi apa yg qt inginkan!ni ya aku kasi bocorannya!tapi maaf ya kalo informasinya kurang!krn aku memang belum nikah dan mempunyai anak!aku dapat ni dari orangtua aku!

tipsnya :

Lidah buaya kita oleskan kerambut tuh bisa bikin rambut menjadi tebal,,kemiri kita oleskan ke Alis tuh bikin Alis menjadi bagus,,Dagu kita pijat biar dagu c bayi menjadi bagus kalo dagu mau ada belahannnya kita tekan aja dengan kuku dibagian tengah dagu tapi jgn keras2(kasian c bayinya),pijat tubuh bayi agar badannya relax

cukup tips dari aku!krn aku udah ga tau lagi!daripada ntar diterusin jadi salah mending sekian dulu dah!bye2

no comment

22

Aug

Rekomendasikan Film

Posted by rindhya  Published in Uncategorized
Hannah montana the movie

Hannah montana the movie

Widih,,ni film bagus dibanding the seriesnya!bagi gw ni film kocak dan jalan ceritapun cukup bagus!ni yg kedua kalinya c miley cyrus buka kedoknya didepan public sbg Hannah montana demi buat orang-orang yg dya sayangi dan cintai!gw suka adegan dy yg terbentur dgn kelapa dan lipsync dy yg rusak tuh menurut gw kocak!bagian romantisnya gw jg suka!beri 1 jempol dah buat ni film!

no comment

22

Aug

Comment Film 1

Posted by rindhya  Published in Uncategorized
Harry potter 6 half blood Prince

Harry potter 6 half blood Prince

Woy,,para penonton!aye mau comment ttg niy film!aye mau blg ny film kurang seru dan kurang mantab jalan ceritanya,,kok bs ga seru c??ni ye menurut aye bagian endingnya bikin para penonton nganga yg ga pernah habis!awal jalan ni film aja bagi aye terlalu ngebosenin krn terlalu banyak dialog,,actionnya pun cuman dikit,,apalagi yg bagian dumbledore mati duh,,masa dya mati gampang banget seharusnya dumbledore mati dengan melewati pertarungan sengit dulu,,baru dya boleh mati!tapi ni ga!bagi aye film ni mengecewakan dibanding sebelumnya,tapi aye tetep senang ama daniel radcliffe udah ada perubahan penampilan yg tadinya diseri sebelumnya tampang dya kayak mas2 tukang becak,sory tas komentarnya!dah ya sekian dulu komentar dari aye!aye cape nulis!see ya!

no comment

22

Aug

Puasa Pertama

Posted by rindhya  Published in Uncategorized
Lamborghini

Lamborghini

Puasa ibarat kayak niy Mobil!awal keluar dikagumi dan diLirik tapi kalo udah lama didiamkan,menjelang punah dicari lg sama kolektor mobil!sama juga seperti puasa,,awal bulan puasa qta rame2 berpuasa dan shalat taraweh,,tapi makin kebelakang qt makin males tuk jalanin puasa niy!gw suka liat mesjid2 terisi penuh kalo diawal dan diakhir puasa!padahal harga niy mobil dibanding pahala puasa masi gedean harga pahala puasa!mobil aja makin tua makin diIncar,,masa puasa menjelang akhir ga diIncar!udah ya!nulisnya!bye

no comment

22

Aug

Hello world!

Posted by rindhya  Published in Uncategorized

Welcome to Ngeblogs.com ! ngeblog? ya disini tempatnya!. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

1 comment

Pages

  • About
  • My Profile

 

March 2010
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Meta

  • Register
  • Log in
  • Entries RSS
  • Comments RSS
  • www.gunadarma.ac.id

Recent Posts

  • PTSIC
  • Tugas 2
  • TUGAS 3
  • Megan fox ternyata Laki
  • Ontel mau Punah??!!

Archives

  • November 2009
  • September 2009
  • August 2009

Blogroll

  • Bing
  • Exalead
  • Internet Sehat
  • JAKSTIK
  • MIT
  • UG
  • UG Community
  • UGM
  • UNESCO

Ontel oh ontel

  • Sepeda Ontel

Universitas diIndonesia berbasis Tekhnologi

  • gunadarma

Recent Entries

  • PTSIC
  • Tugas 2
  • TUGAS 3
  • Megan fox ternyata Laki
  • Ontel mau Punah??!!
  • Baby
  • Rekomendasikan Film
  • Comment Film 1
  • Puasa Pertama
  • Hello world!
  • Random Selection of Posts

    • Rekomendasikan Film
    • Tugas 2
    • Comment Film 1
    • TUGAS 3
    • Hello world!
    • Puasa Pertama
    • Ontel mau Punah??!!
© 2008 Sxul_action is proudly powered by WordPress
Theme designing by Mark Hoodia